Assalamu'alaikum readers!
Edisi kali ini Tyas ingin berbagi ilmu tentang "Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi" secara lengkap nih, disimak yaa..
RUANG
LINGKUP ILMU EKONOMI
Dari
definisinya, daya aplikasi ilmu ekonomi sangat luas. Di mana ada masalah
kelangkaan, disitu ilmu ekonomi dapat diterapkan. Tidak berarti para ekonom
harus terlibat di segala bidang. Sebab masalah yang paling menjadi perhatian
ekonom adalah apakah memang sudah terjadi alokasi sumber daya yang efisien?
Apakah indikator-indikatornya? Para ekonom melihat masalah diatas, baik secara
individu maupun agregat.
Proses
alokasi sumber daya secara efisien di tingkat individu perusahaan dan industri
(kumpulan perusahaan yang menghasilkan barang sejenis), dibahas dalam Teori
Ekonomi Mikro. Efisiensi di tingkat mikro belum tentu baik untuk
keseluruhan. Misalnya, agar harga-harga produk industri murah, sebaiknya
teknologi yang digunakan padat modal. Tetap pilihan ini menghilangkan
kesempatan kerja sehingga menimbulkan pengangguran. Jika tidak ada yang
bekerja, pasaran lokal tidak ada, karena tidak ada daya beli. Ternyata pilihan
teknologi padat modal, merugikan industri pemilik modal. Terlihat bahwa pilihan
teknologi padat modal memungkinkan efisiensi tingkat industri tetapi tidak
secara keseluruhan. Banyak sumber daya manusia yang tidak teralokasi.
Masalah-masalah ini dibahas dalam Teori Ekonomi Makro. Indikator
efisiensi makro lebih kompleks dibandingkan mikro. Ada empat ukuran efisiensi
yang biasa digunakan dalam buku teks ekonomi makro : Output (GNP) dan
Pertumbuhan (Growth), Kesempatan Kerja (Employment), Stabilitas
Harga (Price Stability) dan Stabiltas Kurs (Exchange Rate Stability).
v TEORI
EKONOMI MIKRO
Ekonomi mikro (sering
juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang
mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar
dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Secara
umum, ekonomi mikro membahas perilaku ekonomi dalam lingkup individu, rumah
tangga, perusahaan, dan pasar. Pembahasannya meliputi pemanfaatan sumber daya
ekonomi bagi kehidupan masyarakat serta perilaku produsen dan konsumen dalam melakukan
interaksi di pasar. Cakupan pembahasan ekonomi terbatas pada kegiatan ekonomi
yang lebih sempit dan khusus.
Ekonomi mikro mempelajari
variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah
tangga. Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan
perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa,
yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan
penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Sejarah Ekonomi Mikro
Teori ekonomi mikro ditemukan dan
dikembangkan oleh para ahli ekonomi klasik, yaitu di sekitar abad ke-18 dan
abad ke -19. Diantara mereka adalah Adam Smith, David Ricardo, yang kemudian
dikembangkan oleh Marshall dan Piqou. Dalam penyusunan teori ekonomi mikro,
para ahli ekonomi tersebut menggunakan beberapa anggapan dasar, yaitu :
1. Setiap subjek ekonomi umumnya selalu bertindak
ekonomis rasional.
2. Setiap subjek ekonomi memiliki informasi yang lengkap
atas berbagai macam peristiwa yang terjadi di pasar.
3. Tingkat mobilitas yang tinggi, sehingga para subjek
ekonomi dapat segera beradaptasi atau mengadakan penyesuaian terhadap
perubahan-perubahan yang terjadi di pasar.
Dengan anggapan-anggapan di atas,
para ahli ekonomi klasik memiliki keyakinan bahwa kegiatan ekonomi akan
berkembang terus menerus secara efisien, pertumbuhan ekonomi akan semakin
meningkat, dan akan tercapai kesempatan kerja penuh (full employment).
Meskipun masih ada beberapa masalah ekonomi di indonesia yang patut menjadi
perhatian untuk segera diselesaikan.
Konsep the invisible hand dari
Adam Smith menjelaskan bahwa dalam perekonomian bebas (tanpa campur
tangan pemerintah) perekonomian akan mencapai kondisi keseimbangan
melalui mekanisme harga yang terjadi di pasar.
Dalam perkembangan zaman,
permasalahan ekonomi mikro mulai muncul. Tidak setiap masalah baru tersebut
dapat diselesaikan dengan mekanisme pasar. Hal ini disebut dengan kegagalan
pasar (market failure).
Contoh kegagalan pasar adalah
pengadaan barang publik (barang yang penggunaannya secara bersama)
seperti jalan raya. Produsen (kontraktor) tidak akan membangun jalan raya
secara gratis. Dengan demikian maka pembangunan jalan raya diambil alih oleh
pemerintah dengan menggunakan dana APBN.
Mikro artinya kecil, dengan demikian ekonomi mikro
boleh diartikan sebagai “ilmu ekonomi kecil”. Menerangkan arti kata ekonomi
mikro dengan cara mengartikan masing-masing kata secara harfiah tidak akan
memberikan penerangan yang tepat mengenai arti dan konsep ekonomi mikro.
Berdasarkan pola dan ruang lingkup analisisnya, ekonomi mikro adalah satu
bidang studi dalam ilmu ekonomi yang
menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan
perekonomian. Dalam teori ekonomi mikro permasalahannya dapat dibagi dan
dibedakan menjadi tiga persoalan yaitu:
1. Apakah jenis-jenis barang dan jasa yang perlu
diproduksikan? (What)
2. Bagaimanakah barang dan jasa yang diperlukan
masyarakat akan dihasilkan? (How)
3. Untuk siapakah barang dan jasa perlu dihasilkan? (For
Whom)
Komponen Ekonomi Mikro
a. Interaksi di Pasar Barang
Aspek yang pertama yang
diterangkan dalam teori ekonomi mikro adalah mengenai kegiatan suatu pasar barang.
Dilihat dari pandangan ekonomi mikro, suatu perekonomian itu merupakan gabungan
dari berbagai jenis pasar, termasuk pasar barang. Maka untuk mengenal corak
kegiatan suatu perekonomian, kita antara lain perlu memperhatikan corak operasi
suatu pasar barang.
Kegiatan tawar-menawar barang
dilakukan antara panjual dan pembeli atau produsen dan konsumen di pasar.
Kegiatan ini dilakukan untuk membentuk harga sesuai dengan kesepakatan kedua
belah pihak. Pembentukan harga terjadi melalui proses interaksi permintaan dan
penawaran antara penjual dan pembeli. Kesepakatan harga akan menghasilkan harga
keseimbangan. Dengan mempelajari ekonomi mikro dapat diketahui permasalahan
yang terjadi dalam interaksi di pasar.
b. Tingkah Laku Penjual dan Pembeli
Aspek berikut yang dianalisis
teori ekonomi mikro adalah tentang tingkah laku pembeli dan penjual di pasar.
Kegiatan produsen dan konsumen dalam kegiatan ekonomi didasari oleh tujuan
masing-masing. Pada ekonomi mikro ajab dibahas mengenai upaya konsumen dalam
memenuhi kebutuhannya dengan pendapatan yang terbatas. Sementara itu, pada
perilaku produsen dibahas mengenai upaya produsen dalam memperoleh keuntungan
sebesar-besarnya. Anggapan-anggapan yang digunakan untuk menanalisis perilaku
produsen dan konsumen dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut:
1. Produsen dan konsumen melakukan kegiatan ekonomi
secara rasional.
2. Konsumen berusaha untuk memperoleh kepuasan maksimal
dengan dana yang terbatas.
3. Produsen berusaha untuk memperoleh keuntungan
sebesar-besarnya dengan pengorbanan tertentu.
c. Interaksi di Pasar Faktor Produksi
Aspek penting lain yang
dianalisis teori ekonomi mikro adalah interaksi penjual dan pembeli di pasaran
faktor-faktor produksi. Pasar faktor produksi menyediakan faktor-faktor
produksi yang dibutuhkan oleh rumah tangga produsen untuk melakukan kegiatan
produksi. Faktor produksi meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia,
sumber daya modal, dan kewirausahaan. Faktor-faktor produksi tersebut
disediakan oleh rumah tangga konsumen. Atas penyediaan faktor-faktor produksi,
rumah tangga konsumen akan memperoleh balas jasa. Pada pasar faktor produksi
juga terjadi tawar-menawar antara produsen dan konsumen dalam pembentukan
harga.
Analisa Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro adalah suatu sistem
yang mempelajari kegiatan ekonomi individu, yaitu individu yang posisinya
sebagai konsumen dan juga individu sebagai pemilik faktor produksi, maupun
individu sebagai produsen.
Analisa ekonomi mikro dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Teori harga, yaitu melihat
interaksi antara penawaran dan permintaan barang jasa didalam suatu pasar,
faktor-faktor yang mempengaruhinya: struktur pasar, elastisitas penawaran,
serta permintaan dan sebagainya. Teori harga membahas tentang:
·
Proses pembentukan
harga dipengaruhi oleh interaksi antara permintaan dan penawaran suatu barang
atau jasa dalam suatu pasar;
·
Faktor-faktor yang
mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran,
·
Hubungan antara harga
permintaan dan penawaran
·
Bentuk-bentuk pasar
·
Menganalisa konsep
elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran
2. Teori Produksi, yaitu
menganalisa biaya produksi serta tingkat produksi optimal bagi produsen
sehingga mencapai tingkat laba maksimum. Teori produksi menganalisa tentang:
·
Masalah biaya
produksi
·
Tingkat produksi yang
paling menguntungkan bagi produsen
·
Kombinasi faktor
produksi yang harus dipilih oleh produsen agar tujuan untuk mencapai laba
mksimum tercapai.
3. Teori Distribusi, yaitu
membahas tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayarkan kepada
pemilik modal, serta tingkat keuntungan dari pengusaha. Teori distribusi
membahas tentang:
·
Faktor-faktor yang
menentukan tingkat upah tenaga kerja
·
Tingkat bunga yang
harus dibayar karena penggunaan modal
·
Tingkat keuntungan
yang diperoleh para pengusaha
Ruang Lingkup Ekonomi Mikro
Ruang lingkup kajian ekonomi
mikro adalah produsen dan konsumen. Tradisi berlandaskan teori Adam Smith.
Ekonomi mikro dengan demikian memiliki ruang lingkup pada produsen dan
konsumen. Produsen dan konsumen tersebut dalam dunia ekonomi yang nyata adalah
individu-individu pada rumah tangga keluarga, masyarakat, atau perusahaan.
Ekonomi juga mengkaji tingkah laku pembeli dan penjual dan juga interaksi di
pasar faktor produksi.
Secara ringkas ruang lingkup yang
dipelajari dalam ilmu ekonomi mikro meliputi hal-hal berikut ini:
1.
Permintaan,
penawaran, dan keseimbangan harga pasar.
2.
Elastisitas
permintaan dan elastisitas penawaran.
3.
Teori perilaku
konsumen.
4.
Teori produksi, biaya
produksi, penerimaan produsen, dan laba.
5.
Pasar persaingan
sempurna.
6.
Pasar monopoli.
7.
Pasar oligopoli.
8.
Pasar persaingan
monopolistik.
9.
Permintaan akan
input.
10.
Mekanisme harga dan
distribusi pendapatan.
Penerapan Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro yang diterapkan
termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang
lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan
keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan
prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim
legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah,
kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan
ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan
pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya,
program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem
kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi
kesehatan.
Politik ekonomi mempelajari peran
dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi
kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti
gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan,
digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi
mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari
pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan
kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari
ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang
ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.
v TEORI
EKONOMI MAKRO
Sejarah Teori Ekonmi Makro
Revolusi
Keynes: Lahirnya Teori Ekonomi Makro Diawali dengan adanya Great Depression
(1929-1933) perekonomian di berbagai negara besar menghadapi masalah besar.
Angka pengangguran meningkat, output perekonomian berkurang drastis, investasi merosot
tajam. Terjadi kelesuan ekonomi. Depresi yang berlangsung lama itu membuyarkan
keyakinan terhadap hipotesis ekonomi klasik. Tahun 1936 terbit buku berjudul “The
General Theory of Employment, Interest and Money” karya ekonom
Inggris bernama John Maynard Keynes, melontarkan pendapat untuk memperbaiki
keadaan. The General Theory
menyampaikan dua hal pokok: Pertama,
kritik terhadap kelemahan Teori Klasik yang idealis (utopian) tentang
asumsi pasar, dan terlalu ditekankan masalah ekonomi pada sisi penawaran. Kedua, berupa usulan pemulihan perekonomian dengan
memasukkan peranan Pemerintah dalam perekonomian dalam
rangka menstimulir sisi permintaan. Kedua pokok pikiran Keynes membawa pembaruan
radikal dalam ilmu ekonomi. Pembaharuan tersebut meliputi : SATU, Mulai diperhatikan dimensi global atau
AGREGAT (MAKRO) dalam analisis ilmu ekonomi. Dengan demikian ilmu ekonomi telah
berkembang menjadi ilmu ekonomi Makro. DUA, Dimasukkannya peranan pemerintah dalam
analisis ilmu ekonomi telah menimbulkan pentingnya peranan analisi kebijakan (Policies
Analysis). TIGA, Dengan
diperlukannya analisis kebijakan, maka perlu pula studi-studi empiris. Dengan
demikian terjadi penyempurnaan metodologi dalam analisis ekonomi. Dari hanya
mengandalkan deduktif saja menjadi menggunakan metode induktif juga. Keynes menjadi “Bapak” Ilmu Ekonomi
Makro sekaligus ekonom perintis studi induktif.
Pengertian Ekonomi
Makro
Ekonomi makro atau makro-ekonomi adalah
studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan
ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi
makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target
kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga,tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
Meskipun ekonomi makro merupakan
bidang pembelajaran yang luas, ada dua area penelitian yang menjadi ciri khas
disiplin ini: kegiatan untuk mempelajari sebab dan akibat dari fluktuasi
penerimaan negara jangka pendek (siklus bisnis), dan kegiatan untuk mempelajari faktor penentu dari pertumbuhan ekonomijangka panjang
(peningkatan pendapatan nasional). Model makro-ekonomi yang ada dan prediksi-prediksi yang ada jamak digunakan oleh
pemerintah dan korporasi besar untuk membantu pengembangan dan evaluasi kebijakan
ekonomi dan strategi bisnis.
Makro-ekonomi meliputi berbagai konsep dan variabel,
tetapi selalu ada tiga topik utama untuk penelitian makro-ekonomi. Teori-teori
makro-ekonomi biasanya terhubung dengan fenomena keluaran, pengangguran dan
inflasi. Diluar teori makro-ekonomi, topik-topik tersebut juga sangatlah
penting untuk semua agen ekonomi termasuk pekerja, konsumen dan produsen.
Komponen Ekonomi Makro
a.
Penentuan Tingkat Kegiatan
Perekonomian Negara
Dalam hal ini teori ekonomi makro menganalisis mengenai sampai sejauh mana
suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasa. Tingkat kegiatan
perekonomian ini ditentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian, yang
meliputi : (1) pengeluaran rumah tangga atau konsumsi rumah tangga, (2)
pengeluaran pemerintah (3) pengeluaran perusahaan atau investasi, serta (4)
ekspor dan impor. Analisis dalam teori ekonomi makro juga memperhatikan
perubahan harga-harga dan pengaruh perubahan jumlah uang beredar terhadap
pengeluaran agregat.
b.
Pengeluaran Agregat
Masalah akan timbul bila pengeluaran agregat tidak mencapai tingkat yang
ideal. Idealnya, pengeluaran agregat mencapai tingkat yang diperlukan untuk
mewujudkan kesempatan kerja penuh (full employment) tanpa menimbulkan
inflasi, meskipun dalam praktiknya tujuan ini sulit dicapai.
·
Pengeluaran
Keluaran nasional ialah total nilai seluruh produksi negara pada masa yang
sudah ditentukan. Semua yang diproduksi dan dijual menghasilkan pendapatan.
Maka dari itu, keluaran dan pendapatan biasanya dianggap setara dan dua istilah
tersebut sering digunakan berganti-gantian. Keluaran bisa diukur sebagai jumlah
pendapatan, atau, bisa dilihat dari sisi produksi dan diukur sebagai jumlah
nilai barang jadi dan jasa
atau bisa juga dari penjumlahan seluruh nilai tambah di dalam negeri.
Keluaran ekonomi makro biasanya diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atau salah satu akun nasional. Ekonom yang tertarik dengan kenaikan keluaran jangka panjang akan
mempelajari pertumbuhan ekonomi. Kemajuan teknologi, akumulasi mesin dan modal lainnya, serta pendidikan yang lebih baik dan modal manusia semuanya akan berujung pada keluaran ekonomi lebih besar di selama
berjalannya waktu. Tetapi, keluaran tidak selalu naik secara konsisten. Siklus bisnis bisa menyebabkan penurunan keluaran jangka pendek yang disebut resesi. Ekonom mencari kebijakan
ekonomi makro yang bisa mencegah ekonomi
anjlok ke jurang resesi dan akhirnya bisa memacu pertumbuhan jangka panjang
dengan lebih cepat.
c.
Mengatasi Pengangguran dan
Inflasi
Pengangguran tidak dapat secara otomatis mengatasi masalah pengangguran dan
inflasi. Tindakan pemerintah diperlukan untuk mengatasi kedua masalah itu,
yaitu melalui serangkaian kebijakan, berupa kebijakan moneter dan kebijakan
fiskal. Kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam memengaruhi
jumlah uang beredar (money supply) dalam perekonomian yang dihadapi. Sedangkan
kebijakan fiskal adalah langkah-langkah pemerintah mengubah struktur dan jumlah
pajak serta pengeluarannya dengan maksud untuk memengaruhi tingkat kegiatan
perekonomian.
·
Pengangguran
Jumlah pengangguran di sebuah
ekonomi diukur dengan angka pengangguran, yaitu persentase pekerja-pekerja
tanpa pekerjaan yang ada di dalam angkatan
kerja. Angkatan kerja hanya memasukan
pekerja yang aktif mencari kerja. Orang-orang pensiunan, mengejar pendidikan
atau yang tidak mendapat dukungan
mencari kerja karena ketiadaan prospek
kerja, tidaklah termasuk di dalam angkatan kerja.
Pengangguran sendiri bisa dibagi
menjadi beberapa tipe yang semuanya berkaitan dengan sebab-sebab yang berbeda
pula. Pengangguran klasikal terjadi ketika gaji karyawan terlalu tinggi
sehingga pengusaha tidak berani memperkerjakan karyawan lebih dari yang sudah
ada. Gaji bisa menjadi terlalu tinggi karena peraturan upah minimum atau adanya
aktifitas serikat pekerja. Sama halnya dengan pengangguran klasikal,
pengangguran friksional terjadi apabila ada lowongan pekerjaan untuk pekerja
tetapi waktu untuk mencarinya menyebabkan adanya periode dimana si pekerja
tersebut menjadi pengangguran.
Pengangguran
struktural meliputi beberapa jenis
penyebab pengangguran termasuk ketidakcocokan antara kemampuan pekerja dan
kemampuan yang dicari oleh pekerjaan yang ada. Pengangguran besar-besaran
bisa terjadi ketika sebuah ekonomi mengalami masa transisi industri dan
kemampuan para pekerja menjadi tak terpakai. Pengangguran struktural itu juga
cukup mirip dengan pengangguran friksional karena dua-duanya berkutat pada
permasalahan ketidakcocokan kemampuan pekerja dengan lowongan pekerjaan, tetapi
pengangguran struktural berbeda karena meliputi juga kebutuhan untuk menambah
kemampuan diri, tidak hanya proses pencarian jangka pendek.
Walaupun ada beberapa jenis
pengangguran yang selalu ada saja mau bagaimanapun kedaaan ekonomi pada saat
itu, pengangguran siklikan terjadi ketika pertumbuhan ekonomi menjadi
stagnan. Hukum Okun menunjukan hubungan empiris antara pengangguran dan pertumbuhan
ekonomi. Versi asli dari Hukum Okun menyatakan bahwa 3% kenaikan keluaran
ekonomi akan mengakibatkan 1% penurunan angka pengangguran.
·
Inflasi dan Deflasi
Kenaikan harga umum disebuah ekonomi disebut dengan inflasi. Ketika harga menurun, maka terjadi deflasi. Ekonom mengukur perubahan harga ini menggunakan indeks harga. Inflasi bisa terjadi ketika suhu ekonomi menjadi terlalu panas dan tumbuh
terlalu cepat. Mirip dengan ini, ekonomi yang merosot bisa mengakibatkan
deflasi.
Bank Sentral yang mengatur ketersediaan uang suatu negara, selalu mencoba
menghindari adanya perubahan tingkat harga menggunakan kebijakan
moneter. Dengan menaikan tingkat suku
bunga atau menurunkan ketersediaan uang di dalam sebuah ekonomi akan menurunkan
inflasi. Inflasi bisa mengakibatkan bertambahnya ketidakpastian dan konsekuensi
negatif lainnya. Deflasi bisa menurunkan keluaran ekonomi. Bank sentral akan
mengusahakan stabilnya harga untuk melindungi ekonomi dari akibat negatif atas
fluktuasi harga.
Perubahan di tingkat harga bisa disebabkan oleh berbagai macam
faktor. Teori kuantitas uang menyatakan bahwa pergerakan tingkat harga itu berhubungan langsung
dengan penawaran uang. Fluktuasi jangka pendek bisa juga berhubungan dengan faktor moneter,
tetapi perubahan pada permintaan agregat dan penawaran agregat bisa juga
mempengaruhi tingkat harga. Contohnya, penurunan di permintaan karena adanya
resesi bisa mengakibatkan indeks harga yang rendah dan deflasi. Syok penawaran
negatif, seperti krisis minyak, akan menurunkan penawaran agregat dan
menyebabkan inflasi.
Tujuan Ekonomi Makro
Setiap
kebijakan ekonomi bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang
dihadapi. Tujuan ilmu ekonomi makro adalah untuk memahami peristiwa ekonomi dan
untuk memperbaiki kebijakan ekonomi. Tujuan Akhir Ekonomi Makro menurut
Thomas (1997:448) ada empat variabel ekonomi makro. Inilah yang paling
berpengaruh terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan, sehingga prilakunya
perlu diamati dan dikendalikan. Di bawah ini diuraikan lebih rinci tentang
variabel-variabel tersebut.
·
Price Level Stability (Stabilitas Tingkat Hara
Umum)
Hal-hal yang perlu dijelaskan
berkaitan dengan inflasi :
1. Kenapa
inflasi perlu dikendalikan
2. Apa
penyebab inflasi
3. Bagaimana
menghitung inflasi
4. Macam-macam
inflasi
5. Dampak
inflasi
6. Otoritas
moneter dan inflasi
7. Inflation
targeting
8. Mekanisme
transmisi kebijakan moneter dan inflasi
9. Kurva
Phillips dan inflasi
10. Inflasi
dan Fisher Equation
11. The
cost of inflation
12. Inflasi
dan IPM
13. Inflasi
dan defisit APBN
14. Pertumbuhan
uang beredar, suku bunga dan inflasi
·
High Employment Level (Tingginya Tingkat
Kesempatan Kerja)
Beberap
hal yang perlu dijelaskan berkaitan dengan kesempatan kerja :
1. Peran
pemerintah dalam perluasan kesempatan kerja
2. Pendekatan
demand dan supply of labor dalam perluasan kesempatan kerja
3. Pemberdayaan
masyarakat desa dalam upaya perluasan kesempatan kerja
4. Human
capital sebagai upaya efektif perluasan kerja
5. Keuangan
negara dan kesempatan kerja
6. Kebijakan
ketenagakerjaan
7. Serikat
kerja
8. Hubungan
industrial
9. Sistem
ekonomi dan kesempatan kerja
10.
Distribusi
pendapatan fungsional dan kesempatan kerja
11.
Laju
pertumbuhan penduduk dan kesempatan kerja
12.
Pandangan
terhadap penduduk
13.
Elastisitas kesempatan kerja
·
Long-Term Economic Growth
Pertumbuhan
ekonomi yang ideal adalah : (1) berlangsung terus menerus, (2) disertai dengan
terciptanya lapangan kerja, (3) tidak merusak lingkungan, (4) lebih tinggi
daripada laju pertumbuhan penduduk, (5) disertai dengan distribusi pendapatan
yang adil, (6) kontribusi sektoral yang merata, (7) tidak meninggalkan sektor
pertanian, (8) kenaikannya riil, (9) penyumbang terbesar PDB adalah warga
domestik, bukan asing,.
·
Exchange Rate Stability
Nilai
tukar merupakan nilai uang secara eksternal, yang tinggi rendahnya berdampak
pada berbagai aspek ekonomi dan sosial lainnya, misalnya : (1) impor dan
ekspor, (2) APBN dan APBD, (3) kesehatan dan pendidikan, (4) transportasi, (5)
industri dalam negeri, (6) politik, (7) daya beli masyarakat, (8) dunia
perbankan, (9) sektor pertanian, kelautan, peternakan dst, (10) sektor properti
, dan sebagainya.
SUMBER :
Sukirno. Sadono. 2011.
Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, dan Kebijakan Ekonomi (Materi
Ringkasan)(hedisasrawan.blogspot.com)
Rahardja. Prathama
& Manurung. Mandala. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (mikroekonomi&makroekonomi)
. Edisi Ketiga. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Nahh, itulah sedikit ilmu yang bisa tyas share, semoga bermanfaat yaa.. aamiin :)
Wassalamu'alaikum!
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusiya itu udah dikasih sumber, thnks
BalasHapus